6daysTrip of KL_Hatyai_S’pore : day 05

day 01

day 02

day 03

day 04

Day 05. 080211 Singapore!

Ah saya lupa menceritakan hotel saya. Saya menginap di Hotel 81 Bugis di middle road 31. Gak bener-bener di Bugis cuma deket Bugis. Saya sewa  deluxe room tanpa jendela hanya satu queen size bed dengan lcd tv di dlmnya seharga 119 SGD semalam, paling mahal adalah hotel di Singapore, paling kecil pula! Kamarnya memang kecil sekali, tapi yasudahlah toh cuma numpang tidur semalaman. Balik lagi ke tur menjelajah Singapore, cerita lengkapnya baru dimulai.

Selesai mandi, kami keluar dulu mencari makan. Berkat kemampuan bahasa mandarin papa saya, setelah bertanya2x, kami akhirnya makan di rumah makan chinese food di belakang hotel, cukup berbelok ke arah kanan. 1 porsi nasi ayam 3.50 SGD, minum sekitar 1.50 SGD. Oh ya, sebagai perhatian harga air minum di Singapore memang mahal. Untuk 1 botol Aqua 600 ml yang di sini biasa rp3000, di sana jadi 1.20 SGD atau sekiatr 8400, hahaha. Yah, Petualangan menyusuri Singapore dimulai! dimulai dari yang dekat saja dulu yaitu Bugis street, tempat belanja kaki lima hehehe. tinggal jalan lurus ke arah stasiun MRT Bugis, kita akan melewati Bugis Junction dulu yang merupakan sebuah mall, nah Bugis street itu tepat di seberang Bugis junction. Whoaaa, saya kalap di Bugis Street hahaha, melihat barang-barang bagus dari jam tangan, baju, aksesoris, tas, topi, dll yang modelnya ala mangga dua tapi cuma seharga 5-15 dollar, hahaha soklah kita puterin. Selesai dari Bugis street, jalan lagi menuju stasiun MRT Bugis.

Barulah kerasa suasana urbannya Singapore kalo naik MRT. Semuanya serba cepat, semua orang tergesa-gesa, Time is Money! ahahaha escalatornya saja cepat sekali, bahkan jika ada travelator, orang-orang tidak hanya berdiri saja menunggu si lantai berjalan mengantar mereka, tapi orang-orang tetap berjalan. Dan ingat, selalu berdiri di sisi kiri jika anda ingin menunggu di escalator, karena di sebelah kanan adalah orang yang terburu-buru, “Excuse me, excuse me”. Satu lagi di SIngapore sistem MRTnya sudah dibeli dengan mesin, kalau orang Singapore sudah punya kartu langganan, nah kalo turis-turis seperti kita beli yang single trip tiket saja. Dasar udik, akhirnya saya diajarin sama orang sana hihihi. Sebenarnya mudah,  tunjuk stasiun MRT tujuan anda (layarnya touch screen), lalu akan keluar biayanya nanti, tinggal masukan uang (koin atau kertas max 2/5 SGD saya lupa) sudah deh nanti akan keluar kartunya dan kembaliannya (kalau uang anda lebih). Enaknya sistem MRT di Singapore semua line terintegrasi, jadi gak perlu keluar masuk dan membeli tiket lagi. Paling hanya naik turun escalator mencari line lain. Dan jangan takut kesasar di stasiun MRT ini. asal pegang peta jalurnya, dan anda tahu mau kemana dan mau naik line apa, gak bakal bingung deh mencari line lain ada dimana. Karena semua petunjuk bertebaran di sepanjang jalan, mesti turun atau naik, mesti naik MRT di kiri atau kanan, dan di dalam MRT pun selalu ada pemberitahuan berhenti di stasiun mana, atau mau transit dimana. Eits jangan lupa kartunya disimpan yah itu untuk tiket keluar dari stasiun MRT. Memasuki MRT, duh tambah ngiler, seandainya di Jakarta sistem tranportasinya seperti ini. Orang yang mau naik  memang banyak tapi di depan pintu orang-orang tidak bergerombol. Sepenuh apapun MRTnya orang-orang tidak berdesakan berlomba masuk seperti mau naik busway, di dalamnya juga orang tidak berlomba mencari tempat duduk. Ini semua karena, 1. MRT jelas datangnya lebih cepat dari busway, sehingga kalau tidak dapat ya tinggal tunggu paling 5 menit2. MRT adalah kereta berpintu banyak, jadi orang-orangnya terbagi masuknya,3. MRT jalannya cepat sehingga orang bahkan malas untuk duduk karena toh sebentar lagi juga turun. Bahkan yang sudah terbiasa, mereka asik saja main ipad atau baca buku sambil berdiri tanpa pegangan. Jadi semua orang tertib sekali di sini, mempersilahkan dulu yang mau keluar, lalu baru masuk dengan santai tanpa dorong-dorongan di dalam pun naik MRT dengan tertib. semua itu bahkan tanpa petugas ==” Ngiri banget dah andai Jakarta bisa seperti ini.

Lanjut, tujuan pertama adalah ChinaTown. Ini sebenarnya juga salah satu tujuan belanja, tapi barang yang dijual lebih ke arah oriental. Seperti gantungan tali rajut merah ala Chinese, baju tradisional Chinese, Kaos-kaos bertulis Singapore, yah kira-kira begitulah. Tapi saya melewatkan semuanya, tadi kan sudah borong di Bugis hahaha, saya ke sini mau ke Buddha tooth reliec temple. Kuil ini berada di ujung jalan, tinggal tanya saja sama penjual di pinggir jalan mereka akan mengarahkan. Sebenarnya kita masuk dari belakang kuilnya, kalau naik bus baru dari depan. Lantai 1 adalah aula tempat sembahyang, ada tempat memasukkan koin yang berderet. Nah, tooth reliecnya sendiri ada di lantai 3, tinggal naik lift, langsung sampai. Tidak boleh foto tapinya, ruangannya sendiri berada di 1 ruang kaca besar, jadi lihatnya sebenarnya cuma dari jauh.

Selesai dari Chinatown naik MRT lagi menuju tempat yang tidak pernah dilewatkan orang kalau datang ke Singapore, Orchard Road!Silahkan yang kuat jalan kaki, wesmonggo jelajahi sepanjang jalan ini. Sampai di sana baru merasakan nyamannya jalan di Orchard, luas banget pedestriannya, dan jalan rayanya dipenuhi oleh pepohonanan sehingga rindang. Sepanjang jalan ada tempat duduk. Yang tidak boleh dilewatkana adalah tentu saja roti es krim hahaha, harganya 1 SGD. Banyak di temukan di sepanjang Orchard, biasa yang jual adalah kakek-kakek. Saya sih di sini cuma keluar masuk mal secara ekspres saja hahaha,k yang paling penting kan merasakan suasana Orchard hehehe.

Dari Orchard, naik MRT lagi menuju Harbour Front. Rencana kami ingin ke Sentosa. Dari Stasiun MRT Harbour Front bisa naik bus biasa di Harbour Front interchange atau naik monorail dari lt.3 Vivo city. Kami memilih via Vivo City sekalian makan dulu. Namun selesai makan ternyata hujan deras.. akhirnya kami batal ke Sentosa, dengan berat hati kembali lagi ke stasiun MRT dan mengunjungi clarke quay sebelum pulang ke hotel. Clarke quay adalah kawasan pinggir sungai yang ditata indah, wajib dikunjungi, cantik sekali saat malam. Di sini banyak bar dan rumah makan yang cukup mewah. Yang mau naik perahu, slingshot (bisa beli videonya juga), bisa ke sini. Saya juga cuma ngiter-ngiter aja, liatin air mancur warna-warni, tarian samba di depan sebuah bar, sisanya berfoto ria tentu saja hahaha.

Dari sana akhirnya pulang naik MRT ke hotel, saya yang belum puas mengajak mama ke mustafa centre, ini adalah pusat belanja paling komplit yang buka 24 jam, hahaha. jadi yang punya waktu sempit di Singapore, ke sininya malam saja. Mau cari aksesoris, dvd, baju, sepatu, sayuran, apa aja deh, dari fashion, perkakas, alat olahraga, supermarket semua tumplek di sini. tempatnya semacam department store gitu. Dari mustafa pulang naik taksi, oh ya di Singapore kalau naik taksi lewat dari jam 12 malam maka kena midnight fare, ditambah 50% dari argo sebenarnya. Pulang dari mustafa langsung tidurrr, besok adalah hari terakhir.. Oahemmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: