6daysTrip of KL_Hatyai_S’pore : day 03

day 01

day 02

DAY O3. 060211 HATYAI, HERE WE COME!!

Voilaa!!saya terbangun sekitar jam 6 karena bus berhenti di toilet umum, ternyata kami masih berada di Malaysia. Hadeuh..sudah smalaman masih belum sampai juga. Akhirnya sekitar  9.30 kami mulai mendekati daerah perbatasan Bukit Hitam. Sebelumnya supir bus mengantar kami ke duty free shop, di sana kami membeli sebotol WINE* yang diambil nanti selepas perbatasan. Akhirnya kami sampai di perbatasan Bukit Hitam, yeay!  akhirnya keluar Malaysia. Tidak berapa lama perbatasan Sadao aka pintu masuk menuju Thailand sudah terlihat.Dari Sadao menuju Hatyai hanya menempuh sekitar 1 jam perjalanan lagi. akhirnya tiba di perhentian akhir yaitu Hatyai! bus berhenti tepat di depan Novotel Hotel. Tempat perhentian bus adalah kawasan hotel turis, Novotel, Lee garden, Grand plaza, Pink hotel, Asian Hotel, dll semua jaraknya berdekatan. Kawasan ini sangat nyaman, diapit 2 market, Santisuk Market dan satu market lagi saya lupa namanya ==’    , jadi kalau mau berbelanja juga dekat hehe. Saya menyewa kamar di Asian Hotel, kamar dengan 2 tempat tidur single, saya sewa 1290 bath semalam. Di antara 3 negara, kamar ini paling murah, paling besar, dapat breakfast free, dan paling mewah hotelnya di antara yang lain. Ah..Thailand memang murah hahaha. Setelah sampai, kami mandi dan keluar cari makan. Mudah kok mengingat jalan di kawasan ini, karena penataannya grid jadi hanya berbelok dari satu blok ke blok lainnya. Tapi eits! sebelumnya kami cari tiket bus dulu untuk pergi ke Singapore besok. Kali ini di Thailand, saya menyerah. Dari awal datang, saya nanya dimana Asian Hotel pake inggris, yang dia notice cuma Asian Hotel, akhirnya dijawab pake mandarin juga. Untung kata-katanya saya masih ngerti dikit. Dan untuk mencari tiket saya menyodorkan papa saya yang jago mandarin dan bahasa daerahnya. Akhirnya setelah 2 biro agen tiket, kami menemukan tiket bus untuk pergi ke Singapore sesuai jam yang kami mau dan sesuai pula harganya, tempat duduknya masih bisa milih pula, hehehe. Kalau mau cari tiket di sini bisa, Hatyai variety Tour, tepat didepan Lee Garden Plaza dengan plakat Konsortium bus express warna merah kuning yang besar. Bisa menitip koper juga di sini, juga bisa menukar mata uang, kalau tidak bisa mandarin penjualnya ada kok yang bisa inggris juga. Kami dapat tiket bus menuju Singapore jam 6 sore seharga 1100 bath=330rb rupiah. Memang sekitar itu sih harga tiketnya. Barulah setelah hati tenang dapat tiket, saatnya mengisi perut! Kami menemukan satu rumah makan yang menjual nasi ayam,huahhh bumbu bawang putihnya maknyus..ditambah sup labu putihnya yang manis..total bertiga habis 210 bath. Untuk yang ingin makan makanan halal, di sebelahnya juga ada kok yang menjual makanan halal, yang tinggal putar-putar sekitaran saja, banyak sekali rumah makan di sini.

Setelah perut kenyang kami menawar tuktuk untuk berkeliling menuju tempat Sleeping Buddha, Four faces Buddha, Standing Buddha dan Dewi Kwan Im. Ya, di Thailand ini kendaraan utama memang tuktuk sepertinya, kendaraan roda empat, mirip opelet tapi jendelanya pun terbuka. sistemnya charter kebanyakan di kawasan ini. Jadi enaknya mungkin ke Thailand sama teman-teman ramai-ramai bisa naik tuktuk kemanapun tinggal charter lalu sampai deh hahaha. Di Hatyai saja sudah terlihat, Thailand ini memang surganya liburan di negara tropis, serba murah, kemana-mana tinggal sewa tuktuk, banyak makanan yang bisa dicoba, wahh mau ah kapan-kapan sampai ke Bangkok hihihi. Sembari di tuktuk tentunya foto-foto, di Thailand kondisi jalan rayanya mirip di Mataram, jalan besarnya lebar bisa sampai 4 lajur mobil. Dan ada toko-toko di sepanjang trotoarnya, satu lagi orang Thailand memang sangat mencintai raja mereka. Semua fotonya tersebar dimana-mana, di mata uang, di depan Lee Garden (poster bueesaaarrrr), di tengah jalan, di banner di jembatan, dll. wah,, two thumbs up buat masyarakat Thailand!

First spot, Sleeping Buddha. Hmm..kok sepi yah?? Wat Hat Yai Nai ini cukup dekat dengan kawasan hotel. Saya hanya menemukan patung Buddha tidur yang besar ini, lalu di belakangnya ada semacam toko alat sembahyang(sepertinya, saya hanya mengintip, tidak masuk), Ada sebuah rumah unik yang dihiasi ornamen yang ramai, Rumah unik ini kata supir tuktuk saya sih semacam rumah abu dari pendiri Wat Hat Yai Nai ini. Untungnya si supir ini membawa ayahnya yang masih bisa diajak ngomong mandarin sama papa saya, karena si supir tidak begitu bisa, itupun komunikasi kami tidak lancar, hanya sepenggal2x. Yah, hanya foto-foto, lihat-lihat sebentar lalu kami pergi menuju spot kedua.

Hat Yai municipal Park cukup jauh karena berada di arah yang berlawanan dari Wat Hat Yai Nai. Semacam kawasan taman dengan permainan anak-anak, kolam besar dan instalasi besar warna warni menyambut kami begitu masuk, 3 spot terakhir yang mau kami tuju memang berada di satu tempat ini dan ternyata letaknya, di atas bukit! semuanya! waaaa…kasihan juga tuktuknya agak sulit menanjak karena tanjakannya curam dan belokannya juga tajam, sambil ditemani pohon-pohon rindang di sekitar. Kami tiba di Four Faces Buddha terlebih dahulu, dari parkiran masih harus menanjak curam dan naik tangga lagi, alamak!  ada patung gajah berkepala tiga di pintu masuknya dan patung gajah  kecil cukup banyak tersebar. Waktu saya datang ke sana sedang ada pembakaran petasan sisa Chinese New Year, jadilah bisingnya bukan main, ditambah Thailand luar biasaaa panasnya. Four Faces Buddha ya seperti namanya patung Buddha berwajah 4 sisi yang terbuat dari emas dan dikelilingi gajah-gajah emas kecil. Akhirnya sebelum pergi kami beli es kelapa dulu buat menyegarkan tenggorokan.

  

Dari sini menuju Standing Buddha, yang berada di atas bukit (paling tinggi sepertinya). Untuk bisa berfoto seperti di bawah butuh perjuangan melawan panas dan terik matahari yang sangat membakar. Standing Buddha dikelilingi tembok putih, terdapat gazebo di ujung-ujungnya, dan di bawah Patung Buddha yang sangat tinggi tsb ada sebuah ruangan yang bisa kita masuki. Ada replika pohon Bodhi dan patung-patung kecil, replika Buddha berbagai generasi, dan foto-foto Bikkhu yang ikut mendirikan tempat ini (sepertinya, atau mungkin foto event)

Tempat terakhir adalah Kuil Dewi Kwan Im, cantik yah replika Dewi Kwan Im-nya?ditemani si Nacha pengikut setianya. Tempat ini jauh lebih ramai dibanding tempat-tempat sebelumnya.  Tapi di sini acara bakar petasan itu masih ada lagi ==’. Pertama ke kuilnya dulu, bisa naik sampai ke atas dan bertemu replika seperti gambar yang di bawah, hanya saja memang panassss. dan di seberang kuil ini ada lagi satu tempat yang menjadi spot foto favorit sepertinya. Karena pintu masuknya unik, mulut naga dengan lidahnya yang menjulur, semua dicat emas. Di dalam ada patung Dewi Kwan Im mengendarai masing-masing hewan perlambang ke 12 shio.

Selesai dari mengunjungi kuil-kuil ini akhirnya kami kembali ke hotel, mandi sekaligus istirahat. Papa-mama sampai tidur pulas 2 jam, sepertinya kecapekan, saya hanya menonton tv kabel saja, memutar-mutar program musik. Sekitar jam 7 kami keluar lagi mencari makan. Sebelumnya masih sempat berputar-putar mencari barang belanjaan, jajan sana sini. Yang recomended sih ketan mangga yang terkenal itu. Jadi ketan (pulut) disajikan dengan mangga ala Thailand dan disiram dengan kuah santan, saat dimakan, mangganya itu lembut sekali, dia akan lumer bersama dengan kuah santan di dalam mulut. Dan saya mencoba membeli jajanan sosis bakar. banyak pilihan sebenarnya ada sosis ayam, sosis sapi, tahu goreng, dll. Kita tinggal pilih di dalam nampan kecil nanti akan dipanggang dan disiram saus pedas, wuihhh seruu. Kali ini kami makan di kaki lima depan Lee Garden plaza, ramai sekali kalau malam di sini. Memesan kwetiaw goreng dan nasi ayam (kedoyanannya papa saya). Pulangnya kami membawa seborong barang belanjaan berupa baju dan tas, serta segabrek makanan dari es campur, ketan mangga, sosis bakar, uwahhh kenyang banget!

*wine ini masih ada kelanjutan ceritanya nanti, saran saya, mending jangan beli wine.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: