fourseason saga: Autumn in Paris

Walau buku ini adalah buku ketiga yang saya baca, tapi biar urut musimnya, yah saya bahas yang ini dulu deh ya hehe. Autumn in Paris adalah buku yang paling sedih dan tragis kisahnya.

Bercerita tentang Tara Dupont (yang adalah sepupu Sandy-Summer in Seoul) yang tinggal di Paris bekerja sebagai penyiar radio dan ayahnya, Jean Danielle Lemercier adalah seorang pemilik resto. Tara memiliki seorang sahabat bernama Sebastien Giraudeau, yang diam-diam dia sukai. Sahabatnya ini suatu hari mengenalkan dia pada rekan kerjanya seorang arsitek jepang bernama Tatsuya Fujisawa. AKhirnya mereka berdua semakin dekat, Tara merasakan hal baru yang tumbuh di hatinya semenjak dia bertemu Tatsuya. Ternyata sebelumnya mereka sudah pernah bertemu, dan Tatsuyalah yang sering mengirim email di program radio Tara. Semuanya berjalan sempurna dan indah bagi mereka berdua. Sayangnya, semua tidak berlangsung lama, kenyataan yang dicari-cari malah memberikan jawaban yang menghancurkan semuanya.

Momen bahagia Tara-Tatsuya memang cuma sebentar, setelah itu mereka harus menghadapi kenyataan baru, mereka mencoba segala cara, usaha sekecil apapun, asal bisa mengubah kenyataan. Namun sayang, tidak ada harapan, kenyataan tetap berkata sama. Mereka tidak boleh saling mencintai.
Ilana Tan pintar mengolah plot juga kata-kata sehingga pembacanya bisa ngerasain bagaimana putus asanya mereka berdua, Tara dan Tatsuya. Ironis banget rasanya, punya perasaan yang sama satu sama lain tapi tidak bisa, lebih tepatnya tidak boleh saling memiliki.

Scene yang paling berkesan adalah perpisahan mereka di taman, saat mereke bertemu untuk terakhir kalinya, Tatsuya pamit pulang ke Jepang dan gak akan kembali lagi ke Paris. Tara hanya diam waktu itu, hanya hatinya yang terus berteriak sementara Tatsuya berusaha keras untuk tidak menunjukkan kesedihannya, bahwa keputusan ini adalah yang terbaik dan semua akan kembali normal setelahnya.

“Sekarang… Saat ini saja… Untuk beberapa detik saja… aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, atau harapan, aku ingin mengaku. “Aku mencintainya.” -Tara Dupont-

Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu. -TatsuyaFujisawa-

Duh, untuk bahasan novel ini bahasa saya puitis banget yah kayanya. Habis mau gimana lagi, novel ini memang sedih banget, sesuai dengan judulnya, “autumn”. musim gugur yang nuansanya abu-abu dan sendu. Dan di atas adalah kutipan favorit saya dari buku ini. Walau gak happy end, tapi gak bakal nyesel kok baca buku ini😉

0 Responses to “fourseason saga: Autumn in Paris”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: