6daysTrip of KL_Hatyai_S’pore : day 01

Hehehe, mau ah berbagi juga tentang acara jalan-jalan saya Februari lalu, sekalian sharing pengalaman yang mau jalan-jalan ke 3 negara tanpa tur, jalan sendiri maksudnya. Bisa intip jadwal perjalanan, rekomendasi tempat tujuan, hotel juga transportasi antar dan dalam negara.

DAY 1. 040211 KL, MALAYSIA

Bermula dari rencana spontan saya (as usual hehe) mau ke Singapura, lalu mama saya yang mau ajah diajak jalan sama anaknya. Rencana awal adalah bulan desember, ternyata tiketnya mahall, dan setelah bolak balik ngecek airasia, kita mutusin buat pergi pas Sinchia ajah. Tapi akhirnya rencana jalan-jalan 3 hari di SIngapura berkembang jadi jalan-jalan 3 negara 6 hari LOL.( karena ada 3 kepala yang masing-masing : saya mau ke SIngapur, mama mau ke Malaysia, dan papa mau ke Thailand) Semua rencana perjalanan dimulai dari pesan tiket pesawat, hotel di 3 negara, list tempat-tempat yang harus dikunjjungi, transportasi antar dan dalam negara semuanya direncanakan dan dicari sendiri oleh saya ==’

Sungguh puyeng berhari-hari menatap computer,ngutak ngatik internet, corat coret list tempat tujuan, list what to do. Orang tua saya Cuma bertugas menukar uang jadi dollar singapura, ringgit malayia, dan bath Thailand. Singkat kata dengan persiapan mencari hotel dan fixed schedule Cuma 2 minggu sebelum pergi akhirnya tibalah hari keberangkatan tgl 4 Februari. Setelah kemarin melewatkan sinchia dengan  lawatan ke rumah sodara-sodara, tgl 4 kami harus bangun jam 2 pagi, kepagian sebenernya hahaha, tak apalah. Taksi datang jam set4 dan jam 4 lewat kami sudah tiba di SoeHatta. Semua diawali dengan menunggu, menunggu, dan menunggu karena takut telat jadi kami kepagian banget! Pesawat baru take off pk 06.25, pesawatnya full penumpang! Menempuh jarak 1jam lebih, akhirnya kami tiba di LCCT sekitar 9.30. langsung mengurus masalah imigrasi, ambil koper dan beli tiket bus ke Puduraya. Saya pilih star shuttle bus, 8RM sampai di Puduraya. Sambil menggeret koper ke halte bus, saya sekalian melihat-lihat LCCT ini secara keseluruhan. Bandaranya bersih, bahkan bisa dibilang sedikit lebih bagus dari Soehatta. Padahal LCCT adalah bandara no.2 di KL (no.1 KLIA)

Perjalanan dari LCCT menuju Puduraya rupanya cukup jauh, menempuh hampir 2jam. First impressions of KL is..wow!! Infrastruktur, jalan-jalan layang juga aristektur bangunan tingginya sudah maju jauh lebih pesat dari Jakarta. Perhentian terakhir bus adalah di Puduraya, bus ini berhenti di depan sebuah plaza pertokoan di jalan lain dekat terminal Puduraya. Jadinya harus menyeberang  dan berjalan sedikit karena hotel saya berada persis di depan Puduraya. Mayview Glory Hotel. Untung pelang namanya terlihat dari tempat bus berhenti. Sampai di hotel jam 12 siang waktu Malaysia, untungnya kami sudah bisa check in.

Terminal Puduraya

Kamar ini saya sewa 400rb semalam, deluxe room dengan 1 extra bed. Hotel ini punya orang India dan sepertinya memang di sini kawasan orang India, karena di dekat hotel ada resto bahkan Hindu Temple. Lalu perubahan planning di sana-sini mulai terjadi. Ternyata terminal Puduraya yang seharusnya dibuka 2 hari lalu, masih belum buka sampai sekarang, Jeng!terminal sementara ada di Bukit Jalil yang cukup jauh dari Puduraya dan memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan LRT.

Akhirnya saya memutuskan untuk jalan-jalan sekitar dulu saja yang dekat. Perjalanan jalan kaki dimulai dari  Petalling street yang mirip sama pasar baru, menurut saya barang-barang di sini gak murah-murah banget dan gak bagus-bagus banget. Lanjut menuju Sze Ya temple, ini berhasil saya temukan murni cuma mengandalkan peta, uhuy! Oh ya sedikit tips buat yang jalan sendiri, selalu bawa peta, gk usah yang besar, yang mau anda kunjungi ajah. Lalu peta jalur LRT/MRT, juga list what to do& where to go. Segulung kertas udah saya persiapkan buat masing-masing negara, hoho.

Petalling Street
Central Market

Setelah dari Sze Ya, kami beranjak ke Central Market! pasar modern ini menjual souvenir oleh-oleh, barang-barang etnik antik, aksesoris. Waktu saya datang lagi ada barongsai, duh rame banget jadinya. Di sini kami sempat makan di food court yang terletak di mezzanine. Nasi mini wokpan 7RM plus milo ice 3RM. Juga tidak lupa beli oleh-oleh dong hahaha banyak souvenir lucu dari dompet mini, gantungan kunci, tas, de el el dengan harga terjangkau.

Barulah perjalanan  menggunakan LRT dimulai. Berhubung ini pertama kali saya ke luar negeri, udik bangetlah soal beli-beli tiket LRT seperti ini. Untungnya di Malaysia sistem beli tiket manual masih diterapkan (yang menggunakan mesin seperti di Singapore sudah ada, tapi antrian untuk manual paling panjang XD)

LRT adalah 1 dari 3 jenis rapid mass transit di Malaysia (LRT, Monorail, Rapid bus) berupa kereta dengan banyak gerbong yang berjalan di atas rel layang. Tiketnya berkisar 1-1.90 RM tergantung jauhnya tempat tujuan. Ribetnya di Malaysia ada 2 tipe jalur LRT (Kelana Jaya dan Ampang Line) dan tidak terintegrasi, kita harus keluar dulu dari 1 line beli tiket lagi buat ke line lain.

Dengan LRT dari Pasar Seni Station menuju Bukit Jalil untuk beli tiket bus menuju Hatyai juga tiket bus ke Genting Highland besok. Bukit Jalil cukup jauh ternyata ==’ (ingat cari yang menuju Sri Petalling,karena ada yang menuju Ampang, tapi kalau salah bisa turun di Chan Show Lin buat tukar line. Emang ribet sih, makanya tetaplah bawa panduan peta supaya gak nyasar) setelah sampai yang saya perhatikan cuma stadion putih Bukit Jalil yang bakalan jadi tempat SS3 19 Maret (yang karena kecerobohan saya merencanakan jalan2 ini maka saya gak bisa nonton T___T) turun dari stasiun  LRT masih jalan beberapa ratus meter buat sampai di terminal sementara Bukit Jalil. Bener-bener terminal dadakan, tempat counter-counter tiket berada di sebuah tenda putih besar, dan saat kita datang akan ada banyak orang yang menawarkan tiket. Saya akhirnya membeli tiket Konsortium Bus jam 10.30 malam dan sampai di Hatyai sekitar jam 9 pagi. Konsortium Bus 21-24 seater ini bus paling nyaman buat perjalanan jarak jauh, tempat duduknya 2-1 dan reclining seat plus bantal dan selimut(kalau ada) tiket saya beli 45 RM per orang. Untuk tiket ke Genting saya beli 9.60 RM sekali jalan seudah termasuk tiket skyway.

Dari Bukit Jalil naik LRT lagi menuju mesjid jamek ganti kelana jaya line menuju KL Tower (Dang wangi station) agak nyesel ke KL Tower karena ternyata jauhhhhh sekali dari stasiun LRT ditambah kami sudah mulai kecapekan. Cuma bonus menikmati pedestrian kota KL yang bagus. Di gerbang KL Tower ada shuttle car semacam mini van, gratis! Buat ngangkut pengunjung ke towernya karena letaknya memang di atas bukit. Dan sampai sana benar-benar sia-sia, untuk naik kudu bayar cukup mahal 48 RM kalau tidak salah, per orang. Akhirnya lihat-lihat sebentar lalu pulang naik monorail dari Bukit nanas station menuju HangTuah lalu ganti LRT menuju Plaza Rakyat Station. Terpaksa acara jalan-jalan di Bukit Bintang dan Jl.Alor dilewatkan karena kondisi nyak babe duah bener-bener total kecapekan, ngmg2x kaki saya juga udah puegel bangett.  Hari pertama perjalanan sudah berakhir.

Note: buat rekomendasi lain siapa tau mau ke daerah Bukit Bintang. Ini adalah mall, di sebelahnya ada Lot 10, Sungai Weng Plaza dan monorailnya berhenti tepat di depan mall. Di dekatnya ada Jl.Alor yang kalau malam jadi tempat makan-makan kaki lima yang enak, beragam, terjangkau harganya.*ini beberapa bacaaan saya waktu searching tempat tujuan di google*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: