lara jonggrang

Bersantap ria dengan suasana mistis jawa…mungkin kalau bisa saya namakan sendiri, akan saya beri tagline seperti itu hihihi. Resto yang terletak di Cik Dik Tiro 4 ini wajib menjadi salah satu pilihan wisata kuliner. saya berkunjung ke sini sekitar tahun lalu, waktu saya dan teman-teman lagi demen-demennya jalan. Kami datang ke sini saat jumat malam. Begitu datang udah disambut suasana gelap-gelapan di lahan parkir (plus kalo gak salah ada pohon beringin besar di depan). Memasuki restonya…saya berasa lagi berkunjung ke rumah ‘nenek’, suasananya jawa banget di sini. Kami sengaja berkeliling resto dulu, mencari tempat yang enak untuk makan. Resto ini ruangannya tersekat-sekat, total ada 4 ruangan. China Blue, La Bihzad Bar, Pasar Trowulan, dan Lara Jonggrang.(cr: koran-jakarta.com)


China Blue adalah ruang makan dengan nuansa interior biru, hangat, dan privat, ada meja besar panjang yang bisa dipakai untuk gathering, di sisinya banyak guci-guci China, patung gajah Thailand, dan lukisan.

La Bihzad Bar seperti namanya adalah bar dimana anda bisa memesan minuman. Harganya lumayan terjangkau antara 35 ribu rupiah hingga 90 ribu rupiah. Mulai Lemon Grass atau Teh Sereh hingga wine.

Pasar Trowulan. Ruangan ini dirancang seperti pasar. Berbagai barang antik seperti patung, wayang, topeng, kepala rusa, kuil mini, kendi, lukisan, disejajarkan di ruangan ini.

Lara Jonggrang adalah tempat yang paling berasa mistisnya menurut saya. ruangan ini tertutup dengan nuansa coklat dan banyak sekali benda-benda antik. Di sanalah replika patung ke-1.000 yang disihir oleh Bandung Bondowoso terpaku di antara rak-rak kayu setinggi empat meter. Seolah sedang bertapa di sebuah gua yang berada di negeri antah berantah.

semua ruangan ini terhubung dengan foyer, teras, kolam ikan kecil. dan akhirnya kami memilih makan di teras luar di antara China Blue dan La Bihzad Bar. wuihh enak banget suasananya, temaram, tenang (eh, yang ini kurang tahu juga sih, waktu saya ke sana lagi sepi dan sudah menjelang tutup. resto ini tutup jam 1 pagi), ditambah suara gemericik air dari kolam kecil yang menghubungkan teras dengan Pasar Trowulan. I think we got the best spot!😀

foyer

teras luar

Oh ya, resto ini  mengusung makanan nusantara. Setelah diskusi lama karena menunya bahkan kami lebih mengerti bahasa inggrisnya daripada bahasa indonesianya, LOL. itu karena semua adalah di bahasa inggris dijelaskan makanannya itu mengandung apa dan dimasak dengan apa. Kami akhirnya memesan nasi demak. Makanan ini sudah satu set. Lainnya memesan masakan cumi(saya lupa cumi masak apa), dessert pisang goreng, untuk minuman saya hanya memesan cappucino sedangkan Hana-Piggy memesan mocktail.  Overall, saya puas dengan makanannya, walau masakan indonesia, tapi enak banget! yang paling salut, ada 1macam sayur (sayur daun pepaya/singkong) dengan kuah oranye..enak banget! Hana yang biasa gak doyan sayur sampe suka. Sebagai info, kami makan bertiga plus minum habis sekitar 300rb-an

Ternyata setelah baca di koran-jakarta.com, ternyata pemilik resto ini sama dengan pemilik Dapur Babah, Samara, juga Shanghai, yang masing-masing mengusung suasana etnik. Menurut saya suasana yang dibangun di Lara Jonggrang ini unik banget. Temaram, etnik, jawa, romantis tapi agak mistis. Jadi kalau mau mencoba kuliner nusantara yang enak dengan suasana yang unik bolehlah coba ke sini, hanya saja harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam😉

1 Response to “lara jonggrang”


  1. 1 hippie April 28, 2012 at 2:25 am

    nice pics


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: